Hiruk pikuk dunia yang dipenuhi laju kesibukan terkadang membuat kita lupa kalau kita juga perlu waktu jeda sebelum memulai rancang rencana. Istilah itu kita kenal sebagai me time, sebuah periode waktu yang kita luangkan untuk diri sendiri tanpa gangguan sekitar.
Layaknya manusia, hewan juga membutuhkan waktu me time-nya. Tak terkecuali ayam, baik itu petelur maupun broiler yang menghabiskan me time dengan cara mandi debu atau dust bathing. Perilaku ini bukan sekedar aktivitas berleha-leha, melainkan ada tujuan penting di balik itu.
Perilaku dust bathing ayam dilakukan dengan cara berguling dan meratakan debu sebanyak mungkin ke seluruh tubuhnya. Aktivitas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, seperti pencahayaan, ketersediaan debu atau pasir, keberadaan parasit, kondisi panas, dan faktor lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk menangkal parasit, seperti tungau dan kutu agar ayam terbebas dari parasi (infestasi).
Tak cuma itu, dust bathing juga bertujuan untuk perawatan bulu ayam karena sifat debu yang dapat menyerap minyak dan kelembapan berlebih dari bulu. Yang paling penting, dust bathing juga membantu ayam menjadi rileks lewat peregangan otot sehingga membuat mereka lebih tenang dan mengurangi stres.
Akibat pentingnya aktivitas me time ini bagi ayam, tak jarang banyak peternak dengan sengaja membuat bak kecil berisi tanah kering di sekitar kandang ayam.